Sabtu, 10 November 2018

Hati yang selamat

Hasil gambar untuk ibnu qayyim kunci kebahagiaanHasil gambar untuk ibnu qayyim kunci kebahagiaan

Halo pembaca yang budiman, disini saya akan memaparkan kembali karya ibnu qayyim tentang hati yang selamat, saudaraku perlu kita ketahui bahwa Hati selamat yang terhindar dari azab Allah SWT adalah hati yang pasrah dan
menerima perintah-Nya, yang tidak lagi ada penentangan terhadap perintah dan wahyuNya. Tidak ada yang memenuhinya kecuali Allah SWT. Tidak ada yang ia inginkan
selain Allah SWT. Ia hanya menunaikan apa yang diperintahkan Allah SWT.
 Hanya
Allahlah yang selalu ia tuju, hanya perintah-Nya yang ia tunaikan, dan hanya aturan-Nya yang
menjadi cara serta jalan hidupnya. Tidak ada sedikitpun keraguan yang mejadi
penghalang antara ia dan keimanan terhadap wahyu-Nya. Bahkan setiap kali keraguan
itu ada, ia pun tahu bahwa keraguan itu tidak akan membuatnya tenang. serta
tidak pernah ada hawa nafsu yang mampu merintanginya untuk mencari ridha Allah SWT.
Tatkala  hati sudah demikian keadaannya, maka ia bersih dari kemusyrikan, bid'ah,
sesat dan perilaku kebatilan, dan semua hal yang sejalan dengan hal-hal tercela tersebut.
 hakikatnya, hati yang selamat adalah hati yang selalu berserah diri kepada Tuhannya,
yang selalu menyembah-Nya dengan penuh rasa malu, penuh harap dan penuh hasrat.
sebab demikian, ia lebur dalam cinta kepada Allah SWT, dan bersih dari segala
sesuatu selain Dia. dia lebur dalam rasa takut kepada-Nya, dan tidak ada rasa takut
kepada yang lain. Ia lebur dalam pengharapan kepada-Nya, dan tidak mengharapkan
selain Dia. Ia selalu menerima segala perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dengan penuh
keimanan dan ketaatan. Ia senantiasa berserah diri kepada qadha dan qadar-Nya, sehingga ia
tidak pernah berprasangka buruk, menentang dan marah terhadap segala ketetapan-Nya. Ia senantiasa
berserah diri kepada Tuhannya dengan penuh kesadaran diri kepatuhan, kerendahan, kehinaan dan
kehambaannya.
Ia senantiasa menyerahkan segala perkataan, perbuatan, perasaan dan intuisi, baik lahir
serta batin, kepada tuntunan Rasul-Nya dan menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan tuntunan itu. Jadi apa yang sejalan dengan tuntunan Rasul saw.
dia terima dan apa yang bertentangan ia tolak. Sedangkan sesuatu yang tidak
sakral, apakah sejalan atau bertentangan, maka ia akan menunda dan
menghindarinya sampai hal itu menjadi jelas. Ia tidak pernah berseberangan dengan
para wali dan golongan Allah SWT yang beruntung, yang membela dan
menegakkan agama dan sunnah Nabi-Nya. Ia melawan musuh-musuh Allah yang
menentang Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya. Yaitu, orang-orang yang keluar
dari jalan yang lurus dan senantiasa mengajak orang lain untuk menentang Al-Qur'an dan
as-Sunnah












EmoticonEmoticon